Panel Surya, Perangkat Ramah Lingkungan untuk Tekan Pemanasan Global

Panel Surya, Perangkat Ramah Lingkungan untuk Tekan Pemanasan Global

Sejak diperkenalkan pada dekade 1970-an, solar panel atau panel surya menjadi opsi alternatif sumber energi terbarui. Pemanfaatannya pun bervariasi, dari panel surya untuk rumah hingga skala besar di perusahaan dan pabrik. Bahkan kini solar panel disebut-sebut dapat membantu umat manusia mengendalikan pemanasan global yang semakin parah.

Mengapa demikian? Solar panel berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui, yakni sinar matahari. Dengan kata lain, pasokannya tak akan habis saat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu lama. Berbeda dengan bahan bakar fosil yang akan habis suatu saat nanti, sebab termasuk ke dalam sumber daya alam yang tak bisa diperbarui.

Komponen dalam solar panel

Dalam pengembangannya, solar panel dibuat menjadi perangkat yang memanfaatkan sel surya. Fungsi utamanya adalah menyerap sinar matahari untuk kemudian diubah jadi energi listrik. Adapun sel-sel tersebut tersusun dalam pola yang menyerupai kisi-kisi yang dapat Anda lihat pada permukaan solar panel.

Solar panel juga kerap digambarkan sebagai sebuah set modul photovoltaic. Photovoltaic adalah rakitan sel surya yang terhubung, lalu dipasang pada struktur yang menunjang. Teknologi tersebut kali pertama diperkenalkan pada 1839 oleh Alexandre Edmond Becquerel, seorang ahli fisika Prancis. Penemuannya bermula dari percobaan penyinaran yang menggunakan dua elektroda dan selenium yang menghasilkan energi listrik.

Prinsip kerja sel-sel pada solar panel

Anda barangkali bertanya-tanya, seperti apa cara kerja sel surya pada solar panel? Umumnya sel surya terbuat dari potongan silikon kecil berlapis bahan kimia khusus. Ketebalannya hanya sekitar 0,3 milimeter. Terdapat irisan berbahan semikonduktor, dilengkapi kutub positif dan kutub negatif.

Masing-masing sel surya mampu menghasilkan tegangan sebesar 0,5 volt. Oleh karena itu, jumlah sel surya yang disusun membentuk solar panel berbanding lurus dengan energi yang dihasilkan. Lalu terdapat sambungan atau function berbahan lapisan nikel pada panel yang berfungsi sebagai kutub positif dan kutub negatif.

Seperti yang disinggung, solar panel kerap disebut sebagai set modul photovoltaic. Photovoltaic berfungsi juga sebagai teori atau prinsip yang memungkinkan sel-sel surya bekerja pada permukaan panel. Sinar matahari yang mengandung foton nantinya menghantam atom sel surya untuk kemudian menghasilkan energi besar yang akan memisahkan elektron.

Kemudian, elektron akan bergerak menuju pita konduksi dan pita valensi. Di sini, atom yang sempat kehilangan elektron bakal bermuatan positif (hole). Elektron lantas menjauhi daerah negatif, begitu pula hole yang akan menjauhi daerah positif. Pergerakan yang terjadi di PN junction ini yang nanti menghasilkan arus listrik sebelum diolah menjadi energi listrik.

Bagi Anda yang membutuhkan panel surya untuk rumah atau gedung-gedung bertingkat, Surya Energi akan membantu memilihkan produk hingga pemasangan yang maksimal.

 

About the author

admin administrator

Leave a Reply